BUDIDAYA MAGGOT SEBAGAI PRAKTIK CIVIC ENTREPRENEURSHIP DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Authors

  • Seli Anjani STKIP Pasundan
  • Meiwatizal Trihastuti STKIP Pasundan
  • Oom Yomi Romlah STKIP Pasundan

DOI:

https://doi.org/10.37742/mores.v8i1.257

Keywords:

Civic Entrepreneurship, Pemberdayaan Masyarakat, Budidaya Maggot

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Civic Entrepreneurship dalam meningkatkan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat melalui budidaya maggot di Desa Kopo, Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan dan ekonomi, khususnya pengelolaan sampah organik yang belum optimal dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap enam narasumber, yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua TPS, Ketua dan Anggota KPM, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Civic Entrepreneurship di Desa Kopo berjalan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan program budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi lokal. Faktor-faktor keberhasilan meliputi kepemimpinan yang partisipatif, dukungan pemerintah desa, keterlibatan aktif warga, serta inovasi dalam edukasi dan pemasaran. Program ini juga menciptakan dampak positif seperti pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan kesadaran lingkungan, serta terciptanya pola pikir mandiri di masyarakat. Budidaya maggot menjadi contoh nyata Civic Entrepreneurship yang mampu mengintegrasikan nilai sosial dan ekonomi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Downloads

Published

2026-02-25