Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores en-US yusuffaisalali2016@gmail.com (Yusuf Faisal Ali) historiawifauzi@gmail.com (Wildan Insan Fauzi) Thu, 03 Sep 2020 13:48:38 +0700 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERANAN SATUAN RESERSE NARKOBA DALAM PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI POLRES BELITUNG TIMUR http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/24 <p>&nbsp;</p> <p>Penanganan terhadap narkoba mememerlukan perhatian khusus dari berbagai kalangan, tidak hanya<br>pihak aparatur negara saja, termasuk luar aparatur ikut terlibat dalam penanganan kasus narkoba.<br>Secara khusus, Polri merupakan garda terdepan dalam menangani kasus narkoba. Pada wilayah Belitung<br>Timur, Polres yang berwenang dalam menangani permasalahan narkoba tersebut secara langsung<br>ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba). Satresnarkoba bertugas melaksanakan<br>pembinaan fungsi penyelidikan, penyidikan, pengawasan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan<br>dan peredaran gelap narkoba berikut prekursornya, serta pembinaan dan penyuluhan dalam rangka<br>pencegahan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Narkoba merupakan kejahatan yang<br>dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab baik skala nasional maupun internasional.<br>Narkoba dapat merusak keadaan fisik seseorang. Selain itu, narkoba sendiri merupakan zat atau obat yang<br>berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan<br>penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa<br>nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, sehingga fisik dan mental seseorang dapat terganggu.</p> <p>&nbsp;</p> Andrian, Retno Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/24 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 HABITUASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN ETIKA SOPAN SANTUN SISWA http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/25 <p>Habituasi nilai-nilai religius dalam meningkatkan etika sopan santun siswa harus dilaksanakan disetiap<br>sekolah. Sekolah sebagai lembaga formal pendidikan seharusnya mampu mendidik siswa-siswinya baik segi<br>kognitif, afektif ,maupun skill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan: (1) Habituasi<br>nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil, (2) cara membiasakan nilai-nilai religius di SMK Marga<br>Insan Kamil, (3) cara meningkatkan etika sopan santun di Marga Insan Kamil. Teknik pengumpulan data<br>dilakukan dengan (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Hasil<br>penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Habituasi nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil adalah<br>(a) membiasakan siswa agar memiliki rasa cinta pada Al-Qur’an, Hadist dan cinta kepada Allah SWT, (b)<br>membiasakan siswa agar menghargai waktu, dan orang lain, dan (c) menanamkan nilai religius kepada<br>siswa. (2) cara membiasakan nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil yaitu melalui: (a) kegiatan<br>Remaja Studi Islam, (b) pemberian motivasi, dan (c) mengadakan sosialisasi mengenai nilai-nilai religius.<br>(3) cara meningkatkan etika sopan santun di Marga Insan Kamil yaitu dengan (a) memberikan bimbingan<br>dan arahan tentang etika sopan santun (b) guru menjadi role modeling etika sopan santun disekolah.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Eneng Martini, Arita Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/25 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 NILAI-NILAI MORAL DALAM KESENIAN TEMBANG SUNDA CIANJURAN http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/27 <p>Budaya merupakan ciri atau bagian dari kegiatan tradisional yang dimiliki oleh warga negara Indonesia yang mencakup berbagai kehidupan dalam keseharian mereka, seperti agama, kebiasaan, tradisi, adat istiadat, mata pencaharian, kesenian, dan lain-lain. Tapi bagaimanapun juga unsur-unsur kebudayaan tersebut mendapat tantangan yang cukup berat, yaitu masuknya era globalisasi. Dengan masuknya era globalisasi tersebut jelas akan berdampak pada kebudayaan tradisional tersebut yang mendapat pengaruh-pengaruh. Selain itu, unsur-unsur kebudayaan tersebut menjadi nilai-nilai bahkan normanorma yang dianut oleh masyarakat Indonesia, salah satunya adat Sunda. Budaya Sunda memiliki nilainilai atau norma-norma yang telah lama dianut secara turun temurun. Pandangan nilai budaya Sunda adalah merujuk pada kepentingan utama, yaitu budaya, integrasi, dan ideologi orang Sunda sendiri dan sebagai pembinaan kebudayaan nasional. Salah satu budaya Sunda yang masih berkembang dan terpelihara adalah tembang Sunda Cianjuran. Tembang Sunda Cianjuran merupakan ciri khas budaya daerah Cianjur mempunyai ciri khas, yaitu memiliki 2 (dua) kelompok besar yang terdiri dari lagulagu tembang (mamaos) dan lagu-lagu panambih (ekstra). Tembang Sunda Cianjuran memiliki unsur nilai-nilai moral yang menjadi amanat tentang bagaimana cara bersikap dan bertutur kata yang baik terhadap orang tua, guru, teman sebaya, maupun orang lain</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Feni Awati Darmana Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/27 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/28 <p>Penelitian ini dilandasi oleh teori civic education (Cogan), citizenship education continuum (David Kerr).<br>Good character yang meliputi moral knowing, moral feeling, dan moral action (Thomas Lickona).<br>Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengkaji informasi tentang pengembangan karakter<br>siswa melalui Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Bandung Barat 2 Cihampelas Kabupaten Bandung<br>Barat. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus, untuk mengungkapkan<br>dan memahami kenyataan-kenyataan yang terjadi secara intensif dan mendalam berkenaan dengan<br>fenomena di atas. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi<br>partisipan dan non-partisipan, studi dokumentasi, dan studi literatur. Dalam membuat silabus dan RPP<br>harus memuat nilai-nilai sikap dan perilaku agar kelak mereka menjadi individu atau warga negara<br>mempunyai potensi yang diharapkan, baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sekolah<br>harus mengembangkan proses pembelajaran yang bermakna yang disesuaikan dengan budaya sekolah<br>tersebut dan hal tersebut harus ditunjang dengan adanya sarana dan prasarana yang baik sehingga<br>proses pembelajaran siswa menjadi nyaman.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Hanny Rahayu Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/28 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 INTERNALISASI NILAI-NILAI HUKUM MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA SEBAGAI WAHANA MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM MAHASISWA http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/29 <p>Masalah kemerosotan moral semakin mengancam generasi muda di Indonesia khususnya pada<br>mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya unit kegiatan mahasiswa dalam<br>menginternalisasi nilai-nilai hukum guna meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa. Metode dalam<br>penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Upaya yang dilakukan guna<br>menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui unit kegiatan mahasiswa dengan cara mentransferkan<br>pengetahuan hukum, pemahaman isi hukum, sikap serta pola perilaku hukum sebagai indikator kesadaran<br>hukum.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Neneng Tripuspita, Brata Adisurya Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/29 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 PERAN SEKOLAH DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI PENDIDIKAN SEKS http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/30 <p>Konten informasi pornografi akan berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas terutama pada<br>kehidupan sekolah. Sekolah merupakan tempatnya pemenuhan hak peserta didik yang tidak menutup<br>kemungkinan akan berdampak pada pengaruh konten pornografi. Maka dari itu, untuk menghindari<br>pengaruh dari konten tersebut pihak sekolah harus menerapkan pendidikan seks. Pendidikan seks sangat<br>penting keberadaannya sebagai proteksi kepada peserta didik akan bahayanya konten pornografi.<br>Dengan demikian, pendidikan seks atau pendidikan mengenai kesehatan reproduksi penting diberikan<br>melalui keluarga maupun kurikulum sekolah. Dengan adanya pendidikan seks, peserta didik akan<br>memahami bagaimana nilai-nilai normatif mengenai hubungan intim antara lawan jenis, baik dalam<br>perspektif kesehatan maupun psikologisnya. Lebih jauh keberadaan pendidikan seks akan menjelaskan<br>mengenai perilaku yang bersifat antonomis, behavior, emosi, kepribadian, pandangan hidup, lingkungan<br>sosial, nilai-nilai moral yang berlaku dalam suatu masayarakat.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Yusuf Faisal Ali, Vicky Feby Rosaline Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/30 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 KESADARAN HUKUM PEMBUATAN SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH SEBAGAI PERWUJUDAN WARGA NEGARA YANG BAIK http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/31 <p>Masyarakat lebih memahami kesadaran hukum dalam bidang pidana dibandingkan perdata terutama<br>dalam bidang tertib administrasi pertanahan yang di anggap masyarakat bukanlah hal yang penting untuk<br>dimiliki yang salah satunya yaitu adalah tertib pembuatan sertifikat hak atas tanah. Peneliti menemukan<br>bahwa di Desa Karangsari masih banyak masyarakat yang dalam kesadaran hukum pembuatan sertifikat<br>hak atas tanahnya masih rendah sehingga masyarakat tersebut tidak dapat dikatakan sebagai warga negara<br>yang baik karena belum tertib dalam bidang hukum. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah<br>bagaimana kesadaran hukum masyarakat mengenai pembuatan sertifikat hak atas di Desa Karangsari<br>Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat ?; Metode penelitian yang dilakukan adalah metode studi<br>kasus dengan pendekatan kualitatif, untuk memahami dan menjelaskan secara mendalam pengumpulan<br>data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini didapatkan<br>bahwa masyarakat Desa Karangsari Kecamatan Cipongkor memiliki kesadaran hukum yang masih rendah<br>khusunya dalam membuat sertifikat hak atas tanah yang merupakan perwujudan warga negara yang baik<br>sehingga masyarakat Desa Karangsari belum bisa dikatakan sebagai warga negara yang baik.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Pongki Permadi, Aprillio Poppy Belladonna, Neni Marlina Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/31 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 PENINGKATAN NASIONALISME MAHASISWA MELALUI RESIMEN MAHASISWA http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/32 <p>Kesadaran warga negara juga khususnya mahasiswa untuk menanamkan sikap nasionalisme, secara<br>langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Demikian halnya jika<br>mahasiswa turut terlibat dalam permasalahan bangsa dan negara, salah satunya dengan mengikuti<br>organisasi Resimen Mahasiswa (MENWA). Penelitian ini bertujuan untuk menggali, mengkaji, dan<br>memperoleh gambaran tentang peranan Resimen Mahasiswa (MENWA) dalam meningkatkan<br>nasionalisme mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi<br>deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pandangan mahasiswa mengenai Resimen Mahasiswa<br>dalam meningkatkan nasionalisme, mayoritas mahasiswa berpandangan bahwa Resimen Mahasiswa<br>yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa berperan sebagai stabilisator dan dinamisator kampus<br>yang dilandasi kemampuan bela negara. (2) Program Resimen Mahasiswa dalam meningkatkan<br>nasionalisme mahasiswa melalui Pendidikan Dasar (Diksar), Kursus Kader Pelaksana (Suskalak), Kursus<br>Kepemimpinan (Suskapin), dan Pendidikan Khusus. Adapun program pendukung di dalam kegiatan<br>Menwa seperti: seminar-seminar, mounteneering, Hirbak (Kemahiran menembak), latihan terjun<br>payung, melakukan pengamanan, serta mengikuti upacara hari-hari besar.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Aprillio Poppy Belladonna, Rd. Intan Dwi Rika Firdianty Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/32 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700 KAJIAN TERPAAN ARUS MODERNISASI DI ADAT ISTIADAT KAMPUNG DUKUH DALAM PERSEPSI PENDIDIKAN IPS http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/33 <p>Penelitian ini mengkaji sejauh mana vitalitas nilai adat dan budaya kampung adat dukuh dapat bertahan<br>di tengah arus modrenisasi. Hasil penelitian didapati bahwa sampai saat ini adat istiadat dan budaya<br>leluhur di kampung adat dukuh masih dipegang teguh oleh masyarakat dan pemangku adatnya sebagai<br>sebuah pranata sosial yang secara tidak langsung mengatur pola kehidupan masyarakat kampung dukuh<br>kecamatan cikelet kabupaten garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif<br>dengan pendekatan kualitatif menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Nilai<br>yang dapat diambil setelah dilaksanakan penelitian bahwa adat dan kebudayaan leluhur memberikan<br>peranan penting dalam kehidupan masyarakat, mereka meyakini dengan dilaksanakannya adat istiadat<br>dan budaya tersebut hidup mereka akan lebih tentram, damai, berkah serta dapat lebih berprilaku bijak<br>terhadap lingkungan baik fisik ataupun sosial. Selain itu juga kegiatan-kegiatan tersebut mengajarkan<br>kebersamaan dan gotong royong sesame manusia sehingga dapat dimaknai bahwa semakin tinggi tingkat<br>pemahaman masyarakat terhadap adat leluhur maka akan semakin meningkat nilai-nilai kebersamaan<br>atau gotong royong.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Rany Ratnasari Copyright (c) 2020 http://mores.stkippasundan.ac.id/index.php/mores/article/view/33 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0700